SholatDhuha adalah sholat sunah yang dilakukan seorang muslim ketika waktu dhuha. Waktu Dhuha adalah waktu ketika matahari mulai naik lebih 7 Hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul 7 pagi) hingga waktu dzuhur. Secara umum dapat disimpulkan bahwa status hukum sholat dhuha berdasarkan hadits yang berkaitan adalah sunnah.
"kekasihku Rasululloh SAW, telah berwasiat kepadaku dengan puasa Tiga Hari setiap bulan, dua rokaat dhuha dan witir sebelum tidur" (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Daud).
Dari Anas Bin Malik, Bahwa Rosululloh SAW bersabda : "Barang Siapa yang mengerjakan sholat dhuha sebanyak 12 Rokaat / 6 kali Sholatan (1 Solat = 2 Rokaat), maka ALLAH SWT akan membangunkan untuknya istana surga". (HR: Thirmidzi dan Ibnu Majah (Hasan). )
Dengan melaksanakan Solat Dhuha , maka Akan di Lancarkan Rezekinya.. Nah, bagi yang mau rizkinya di beri kelancaran maka rutinkan lah melaksanakan Solat Dhuha ini, yang telah di sunahkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Dhuha adalah nama waktu pagi hari kira-kira pukul 07.00 hingga matahari tegak di tengah-tengah langit (istiwa). Dalam Al Quran surat Ad-dhuha, dijelaskan betapa istimewanya waktu dhuha hingga membuat Allah bersumpah atas waktu dhuha. Di antara keistimewaannya, Allah mencurahkan karunia pada hamba-Nya pada waktu tersebut. Oleh karena itu, hendaklah kita menggunakan waktu dhuha untuk bermunjat kepada Allah melalui shalat Dhuha.
Hikmah Shalat Dhuha
Hikmah shalat Dhuha ini salah satunya untuk membuka pintu rezeki. Allah berkata dalam firmannya agar kita tidak malas melakukan shalat Dhuha, Ia berjanji akan memenuhi kebutuhan kita di sore harinya (HR.Hakim dan Thabrani). Allah akan mencukupkan rezeki untuk kita. Jadi, mintalah rezeki kepada Allah, bukan kepada yang lain. Untuk memperoleh hikmah ini, kita harus mengetahui tata cara shalat dhuha untuk membuka pintu rezeki.
Waktu Shalat Dhuha yang Utama
Walaupun waktu dhuha dimulai dari kira-kira pukul 07.00, ada waktu yang utama untuk mengerjakannya, yaitu dari pukul 08.00 hingga pukul 09.00. Itu adalah waktu ketika anak-anak unta sudah merasa kepanasan sesuai dengan hadist riwayat Muslim dan Ahmad bin Hambal.
Jumlah Rakaat
Dari berbagai hadis, kita mengetahui bahwa shalat Dhuha bisa dikerjakan dengan dua rakaat, empat rakaat, delapan rakaat, atau 12 rakaat. Hal ini sesuai dengan hadis riwayat Al-Haitsami, hadis riwayat Ahmad, Muslim, dan Ibnu Majah, serta hadis riwayat Abu Daud.
Caranya
Dipastikan harus dalam keadaan memiliki wudhu. Bisa dilakukan dengan dua rakaat, lalu ditutup dengan salam atau empat rakaat. Kemudian, ditutup dengan salam.
Rakaat Pertama
- Niat dalam hati denga berkata, "Saya niat shalat Dhuha dua/empat rakaat karena Allah.”
- Takbir.
- Baca doa iftitah.
- Baca ta’awwudz.
- Baca surat Al-fatihah.
- Baca surat pilihan, dianjurkan membaca surat Asy-syams.
- Takbir serta rukuk.
- Iktidal serta bacaannya.
- Sujud serta bacaannya.
- Duduk diantara dua sujud serta bacaannya.
- Sujud serta bacaannya.
- Bangun untuk ke rakaat kedua dengan takbir.
Rakaat Kedua
- Membaca surat Al-Fatihah.
- Membaca surat pilihan, dianjurkan membaca surat Adh-Dhuha.
- Takbir serta rukuk.
- Iktidal serta bacaannya.
- Sujud serta bacaannya.
- Duduk di antara dua sujud serta bacaannya.
- Sujud serta bacaannya.
- Duduk tahiyatul akhir serta bacaannya.
- Salam.
Doa Setelah Shalat Dhuha
“Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu adalah waktu dhuha Engkau, cahaya itu adalah cahaya Engkau, keindahan itu adalah keindahan Engkau, kekuatan itu adalah kekuatan Engkau, dan perlindungan itu adalah perlindungan Engkau.”
“Ya Allah, jika rezekiku masih berada di atas langit, maka turunkanlah, dan jika ada di dalam bumi, maka keluarkanlah, jika sukar maka mudahkanlah, jika haram maka sucikanlah, jika masih jauh maka dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, kekuatan, dan perlindungan-Mu. Limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang Shaleh.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar